Tuesday, October 20, 2009

Migrasi ke LINUX... Siapa takutt

Akhir-akhir ini ramai dibicarakan soal sweeping dan migrasi...... banyak pengusaha kecil dan warnet pusing tujuh keliling. Catatan kecil ini saya buat agar anda mempunyai gambaran tentang resiko dan keuntungan melakukan migrasi sistem operasi komputer anda. Catatan kecil ini tidak didesain sebagai bahan pertimbangan migrasi anda melainkan sebagai bahan renungan sebelum anda melakukan migrasi.

Alasan melakukan Migrasi
Mahalnya sistem operasi Microsoft Windows dan resiko menggunakan sistem operasi bajakan tidak bisa dipungkiri menjadi alasan utama banyak perusahaan dan warnet melakukan migrasi dengan menggunakan sistem operasi Linux sebagai sistem operasi alternatifnya, walaupun anda masih bisa melihat alternatif lainnya seperti menggunakan Macintosh, OS/2 dan sistem operasi lainnya. Alasan migrasi ke sistem operasi Linux ini lebih dikarenakan sistem operasi ini sangat murah atau lebih tepatnya gratis karena sifatnya yang opensource.

Ulasan singkat mengenai Migrasi ke OpenSource (Linux)
Untuk melihat untung ruginya melakukan migrasi, kita harus melihat dulu apa saja yang kita butuhkan dari sebuah komputer. Microsoft Windows merupakan sistem operasi yang mampu memenuhi semua kebutuhan anda, baik itu pekerjaan perkantoran, multimedia, maupun hiburan. Namun pantas kah biaya yang harus anda keluarkan untuk tetap menggunakan sistem operasi ini? Perlu dicatat, harga Microsoft Windows XP saat ini sekitar 70-80 USD atau 700-800 ribu per-unitnya dan hanya dapat digunakan untuk 1 unit komputer. Selain itu anda juga harus mengeluarkan biaya untuk setiap aplikasi yang anda gunakan.

Apabila anda hanya membutuhkannya untuk pekerjaan perkantoran, browsing internet dan pekerjaan grafis saya rasa anda harus berpikir ulang untuk tetap menggunakan Microsoft Windows. Kendala utama untuk melakukan migrasi adalah anda harus merubah ulang kebiasaan anda didalam mengoperasikan komputer dan mencari aplikasi alternatif sebagai pendampingnya.

Apabila anda bersikeras migrasi, jangan pernah berpikiran untuk tetap menggunakan software anda di sistem operasi yang baru, karena hal ini hampir tidak mungkin. Berpikirlah untuk menggunakan software alternatif pula. Saya ambil contoh Microsoft Office, aplikasi perkantoran yang biasa anda gunakan walaupun tetap bisa anda digunakan di Linux (sistem operasi alternatif dengan menggunakan Wine, windows emulator) alangkah baiknya anda mencari alternatifnya dengan menggunakan OpenOffice sebagai aplikasi perkantoran anda, toh hampir semua yang anda butuhkan di Microsoft Office ada di OpenOffice. Photoshop, aplikasi grafis inipun bisa anda carikan alternatifnya yaitu Gimp. Kenapa saya lebih menekankan untuk menggunakan aplikasi alternatif pula? karena pada dasarnya aplikasi tersebut memang di desain untuk digunakan pada Microsoft Windows, sehingga apabila digunakan pada sistem operasi lainnya akan membebani kinerja komputer anda karena setiap prosesnya harus di emulasikan terlebih dahulu oleh emulator yang anda gunakan.

Microsoft Windows dan aplikasi alternatif sebagai pendampingnya
Menurut saya pribadi, alasan ini kurang pas, apabila anda tetap menggunakan OpenOffice, Gimp, dan aplikasi opensource lainnya, apa gunanya anda ngotot mengeluarkan biaya 700-800 ribu per-unitnya untuk hal yang sebenarnya bisa anda dapatkan pada sistem operasi OpenSource (Linux) yang gratis itu?

Perbandingan singkat antar Microsoft Windows & Linux (OpenSource)

Microsoft Windows

* Sistem operasi lebih familiar dan troubleshooting yang jauh lebih mudah
* Kompatibilitas terhadap Hardware
* Biaya maintenance yg lebih murah karena banyaknya teknisi yg memahami sistem operasi ini
* Kebiasaan pengguna yg lebih familiar dengan Windows
* Game yang cukup banyak

Linux (OpenSource)

* Buat user, walaupun perlu sedikit pembelajaran/merubah kebiasaan, sistem operasi ini cukup familiar dan mudah digunakan
* Troubleshooting dan biaya maintenance yang sedikit lebih sulit dan mahal, hal ini bisa diatasi dengan mempekerjakan mahasiswa yg umumnya lebih mengenal sistem operasi ini sebagai tenaga paruh waktu yang murah. Lagipula sekarang sudah mulai banyak kok teknisi2 Linux walaupun belum sebanyak Windows, tunggu aja ntar juga klo banyak saingan akan turun harganya.
* Kurangnya kompatibilitas terhadap Hardware, hal ini bukan dikarenakan Linux tidak siap untuk masalah hardware, melainkan tidak banyaknya vendor hardware yang menyediakan dukungannya terhadap sistem operasi ini, namun sekarang beberapa vendor sudah mulai memberikan support yang menggembirakan.
* Lebih aman terhadap serangan virus komputer, sistem operasi ini didesain dengan tingkat keamanan bertingkat sehingga virus lebih sulit untuk menginfeksi sistem operasi ini, selain itu pertimbangan psikologis programmer virus yang lebih memilih windows sebagai target serangannya.
* Hampir semua aplikasi yg digunakan di Microsoft Windows ada aplikasi alternatifnya di sistem operasi ini, kecuali aplikasi yang sifatnya 'tailor-made' (aplikasi yang dibuat dan dipesan secara khusus oleh anda kepada programmer tertentu)
* Game cukup banyak, hanya saja kecil kemungkinan anda menemukan game yang biasa anda gunakan di Microsoft Windows dapat digunakan di sistem operasi ini. Jadi anda harus memainkan game yang sama sekali berbeda, yang menurut saya sendiri jauh lebih bagus.

Demikian catatan kecil ini, saya tidak bermaksud untuk mendorong anda tetap menggunakan Microsoft Windows ataupun menggunakan OpenSource (walaupun saya pribadi lebih memilih OpenSource karena sifat pengembangannya yang spektakuler, terutama perkembangan sistem operasi Linux akhir-akhir ini, baik terhadap kompatibilitas hardware, kemudahan penggunaan, meningkatnya programmer & teknisi di sistem operasi ini, dan lain sebagainya)

Memang perlu secuil kemauan dan setetes keberanian aja kalau kita berniat ingin menggunakan OS dan aplikasi LINUX...

Setelah saya migrasi total ke LINUX manfaat yang didapat akan seGUNUNG.... kalo percaya SEGERA aja ... mumpung belum Qiamat...

UNLIMITED REMOTE DESKTOP MULTI USER

Persiapan Pada Komputer Windows XP Pro (SP2)

- Download patch pertama di:

http://blogpmenier.dynalias.net/doce...2_i386_1.0.exe
atau
http://www.geocities.com/pinuxer/Ter...2_i386_1.0.zip

- Download patch kedua - unlimited user patch:

http://www.geocities.com/pinuxer/Unl...hin_client.zip

- Install patch pertama dalam safe mode, caranya adalah sbb: Nyalakan komputer windows XP, sewaktu akan booting tekan tombol F8 secara terus menerus, kemudian pilihlah Safe Mode. lalu install patch tersebut. Patch ini berguna untuk membolehkan beberapa user login dalam satu komputer XP secara bersamaan. Lalu restart.

- Masuk lagi ke safe mode, lalu install patch kedua yang berguna untuk unlock dari maksimum 3 user ke unlimited user. Kemudian restart komputer.

- SETING TAMBAHAN:

Start - Run, ketik: gpedit.msc lalu enter

- Buka: Computer Configuration - Administrative Templates - Windows Components - Terminal Services
- Klik-klik: Limit number of connections, Pilih: Enable dan isikan nilai 999999 untuk unlimited. Lalu restart.

- Buatlah beberapa user sebanyak komputer Pinux yang ada dalam jaringan dengan type limited user. Maksud dari limited user ini adalah masing-masing user mempunyai setting/profil dan folder document sendiri-sendiri tidak bercampur sehingga tidak akan saling mengganggu.

Start – Control Panel – User Account

Lalu buatlah 2 user sbb:

login: user01
Password: pass01

dan

login: user02
Password: pass02
Bisa Lebih sampai unlimited User ( tergantung spek komputer anda)
Catatan: Nama login ini bebas terserah anda.

- Jalankan Fast User Switching: Control Panel – User Account – Change the way users log on or off pilih: Fast User Switching.

- Klik kanan pada icon My Computer di desktop pilih Properties kemudian pilih tab Remote
Centanglah 'Allow users to connect remotely to this computer' seperti tampak pada gambar berikut:

mycomputer properties

Kemudian klik 'Select Remote Users' dan isikan userid user-user yang telah anda buat sebelumnya:

Select Remote Users


Sampai dengan di sini komputer XP-pro anda sudah siap digunakan untuk login secara simultan beberapa user sekaligus.

trick ini seh sepertinya di anggap curang oleh microsoft, tapi akan berguna buat hindari licence suatu software tertentu.

source: Website Pinuxer

Sharing printer Linux UBUNTU dengan client Windows XP

Sebelumnya kita asumsikan bahwa printer sudah berjalan di system Linux UBUNTU. Sharing printernya bisa supaya bisa diakses menggunakan mesin Windows sebagai client bisa menggunakan Samba. Maka untuk pertama kalinya kita cek dulu apakah paket samba sudah terinstall di system.

$sudo apt-cache search samba

Jika sudah terinstall maka akan muncul :

$samba - a LanManager-like file and printer server for Unix
$samba-common - Samba common files used by both the server and the client
$samba-dbg - Samba debugging symbols
$samba-doc - Samba documentation
$samba-doc-pdf - Samba documentation (PDF format)
$smbclient - a LanManager-like simple client for Unix
$smbfs - mount and umount commands for the smbfs (for kernels >= than 2.2.x)

jika belum terinstall gunakan perintah :

$sudo apt-get install samba smbfs

Apabila bisa dipastikan sudah terinstall, langsung dilakukan edit file /etc/samba/smb.conf :

$sudo gedit /etc/samba/smb.conf

edit atau tambahkan baris berikut ini :

#tambahkan pada [General] :
printcap name = cups
printing = cups
security = share

# tambahkan pada [printers] :
[printers]
browseable = yes
printable = yes
public = yes
create mode = 0700
guest only = yes
use client driver = yes
path = /tmp

kemudian simpan perubahannya lalu restart service samba dengan perintah :

$sudo /etc/init.d/samba restart

Lihat hasilnya dari client Windows XP dengan melakukan penambahan printer, masuk control panel/printers/add network printer. Browse pada network printer. Selanjutnya tinggal ikuti langkah setting printer seperti biasa.

SELAMAT MENCOBA...

INSYA ALLAH BERHASIL..

Monday, September 14, 2009

Tutorial Rsync

rsync adalah adalah sebuah program kecil yang berfungsi hampir sama dengan rcp, namun memiliki fitur tambahan yang lebih banyak dan menggunakan protokol rsync remote update untuk mempercepat transfer file bila file tujuan sudah ada.

Alih-alih membuat sebuah skrip sesi FTP atau berbagai bentuk skrip transfer file lainnya, rsync hanya menyalinkan perbedaan file-file saja, mengkompresinya dan mengirimkannya menggunakan ssh jika anda ingin keamanan.

Berikut ini adalah beberapa buah fitur tambahan rsync :

1. mendukung penyalinan link, device, owner, grup, dan permisi.
2. Option exclude dan exclude-from serupa dengan GNU tar
3. sebuah mode CVS exclude untuk mengabaikan file-file yang sama yang akan diabaikan oleh CVS
4. dapat menggunakan sembarang remote shell transparan, termasuk rsh atau ssh
5. tidak membutuhkan root privilege
6. pipelining transfer file untuk meminimalkan biaya latency
7. dukungan bagi server rsync anonymous atau authenticated

2. Instalasi rsync

rsync dapat anda instal dari RPM atau dari tarball. Kedua versi tersebut dapat diperoleh di rsync.samba.org.

More...

Instalasi rsync versi RPM

Setelah anda mendownloadnya, anda kemudian dapat menginstalasinya :

su
password :

# rpm -ivh rsync-2.4.6-1.i386.rpm

Instalasi rsync versi tarball

Setelah anda mendownloadnya, silakan lakukan langkah berikut : Membuka tarball dengan cara :

$ tar xvzf rsync-2.4.6.tar.gz

Pindah ke direktori rsync :

cd rsync-2.4.6

Menjalankan skrip ./configure Kemudian build rsync dengan cara :

make

Jika anda ingin menginstalasi rsync ke sistem anda, lakukan perintah berikut :

$ su
password :

# make install

3. Menggunakan rsync

Ada beberapa buah cara untuk menggunakan rsync :

* untuk menyalinkan file-file lokal. Ini dilakukan dengan tidak menggunakan tanda ":" pada path sumber dan tujuan.
* Untuk menyalinkan dari mesin lokal ke mesin remote dengan menggunakan program remote shell sebagai alat transpornya. Dapat dilakukan ketika path tujuan berisikan tanda pemisah ":".
* untuk menyalin dari mesin remote ke mesin lokal dengan menggunakan program remote shell sebagai alat transpornya. Dapat dilakukan ketika path sumber berisikan tanda pemisah "::" atau sebuah URL rsync://.
* Untuk menyalinkan dari mesin lokal ke server rsync remote. Ini dilakukan dengan memberikan tanda pemisah "::" pada path tujuan.
* Untuk menampilkan daftar file-file pada mesin tujuan. Dapat dilakukan dengan cara yang sama dengan transfer rsync kecuali anda tidak mengisikan tujuan lokal.

Berikut ini adalah sintaks penggunaan rsync :

rsync [OPTION]... SRC [SRC]... [USER@]HOST:DEST

rsync [OPTION]... [USER@]HOST:SRC DEST

rsync [OPTION]... SRC [SRC]... DEST

rsync [OPTION]... [USER@]HOST::SRC [DEST]

rsync [OPTION]... SRC [SRC]... [USER@]HOST::DEST

rsync [OPTION]... rsync://[USER@]HOST[:PORT]/SRC [DEST]

Cara terbaik untuk menjelaskan sesuatu adalah dengan memberikan contoh nyata. Di bawah ini adalah beberapa buah contoh nyata dalam penggunaan rsync :

rsync *.sdw my-projects/

perintah ini akan mentransfer seluruh file yang cocok dengan kriteria *.sdw dari direktori saat ini ke direktori my-projects. Jika sembarang file telah ada pada direktori tujuan maka rsync akan menggunakan protokol remote-update agar mengirimkan perbedaannya saja.

rsync -avz public_html www.yourmachine.com:/public_html

perintah ini akan secara resursif mentransfer semua file dari direktori public_html ke direktori public_html yang ada di mesin www.yourmachine.com. File-file ditransfer dalam mode "archive", yang memastikan bahwa link simbolik, device, atribut, permisi, kepemilikan dan sebagainya disimpan saat transfer. Sebagai tambahan, digunakan pula kompresi untuk mengurangi ukuran data yang ditransfer.

rsync -avz foo:src/bar /data/tmp

perintah di atas akan mentransfer semua file yang ada pada direktori src/bar di mesin foo ke dalam direktori /data/tmp yang ada di mesin lokal.

rsync gue.pakelinux.ah::

perintah di atas akan menampilkan daftar semua modul rsync anonim yang tersedia pada host gue.pakelinux.ah.

4. Membuat server rsync

Untuk membuat sebuah server rsync ada dua langkah utama yang harus anda lakukan pada mesin yang ingin anda jadikan sebagai server rsync :

Menjalankan rsync dalam mode daemon, dengan memberikan perintah rsync --daemon pada perintah baris.

Menset file konfigurasi /etc/rsyncd.conf

rsyncd.conf adalah sebuah file konfigurasi rsync ketika dijalankan dengan option --daemon. Saat itulah rsync menjadi rsync server yang listening ke TCP port 873. File rsyncd.conf mengendalikan otentikasi, akses, pencatatan dan modul yang tersedia.

Format File Konfigurasi

File konfigurasi ini terdiri dari modul dan parameter. Modul dimulai dengan nama modul dalam tanda kurung siku dan berlanjut terus hingga awal modul berikutnya. Modul berisikan parameter dalam bentuk "name = value".

Hanya tanda sama dengan pertama yang signifikan. Whitespace sebelum dan setelah tanda sama dengan pertama diabaikan.

Baris yang dimulai dengan tanda "#" akan diabaikan.

Nilai yang dapat diberikan mengikuti tanda sama dengan di parameter berupa string (tidak dibutuhkan quote) atau boolean, yang mungkin dapat diberikan sebagai yes/no, 0/1, true/false.

Option Global

Parameter pertama dalam file, sebelum header modul, adalah parameter-parameter global.

motd file

Option "motd file" memungkinkan anda untuk menspesifikasikan "pesan hari ini" yang akan ditampilkan ke client setiap kali koneksi. Defaultnya adalah tidak ada file motd.

log file

Option "log file" memberi tahu daemon rsync untuk mencatat pesan-pesan ke file alih-alih menggunakan syslog.

pid file

Option "pid file" memberitahu daemon rsync untuk mencatat id prosesnya ke file tersebut.

syslog facility

Option "syslog facility" memungkinkan anda menspesifikasikan nama fasilitas syslog yang akan digunakan ketika mencatat pesan-pesan ke server rsync. Anda dapat menggunakan sembarang nama fasilitas syslog standar yang didefinisikan pada sistem anda. Nama-nama umum tersebut antara lain auth, authpriv, cron, daemon, ftp, kern, lpr, mail, news, security, syslog, user, uucp, local0, local1, local2, local3, local4, local5, local6 dan local7. Bakunya adalah daemon.

socket options

Option ini dapat menyediakan beragam kegembiraan bagi orang-orang yang suka mengotak-atik sistem mereka. Anda dapat menset segala macam option soket yang mungkin dapat mempercepat transfer atau memperlambatnya. Silakan baca man page untuk sistem call setsockopt() untuk rincinya. Bakunya tidak ada option soket khusus yang diset.

Contoh File Konfigurasi

Sebuah contoh file rsyncd.conf sederhana yang memungkinkan rsync anonim ke sebuah area ftp di /home/ftp adalah sebagai berikut :

[ftp]
path = /home/ftp
comment = ftp export area

Contoh yang lebih kompleks adalah :

uid = nobody
gid = nobody

use chroot = no

max connections = 4

syslog facility = local5

pid file = /etc/rsyncd.pid

[ftp]
path = /var/ftp/pub
comment = whole ftp area (approx 6.1 GB)

[sambaftp]
path = /var/ftp/pub/samba
comment = Samba ftp area (approx 300 MB)

[rsyncftp]
path = /var/ftp/pub/rsync
comment = rsync ftp area (approx 6 MB)

[sambawww]
path = /public_html/samba
comment = Samba WWW pages (approx 240 MB)

[cvs]
path = /data/cvs
comment = CVS repository (requires authentication)
auth users = osamu, lader
secrets file = /etc/rsyncd.secrets

File /etc/rsyncd.secrets akan tampak sebagai berikut :

osamu:mypass
lader:mypass

Sedekah sedikit saja?

Beberapa banyak anda bersedekah? Berapa persen dari harta anda yg anda sedekahkan? Coba anda baca tulisan ini.

Salah seorang guru sekaligus sahabat saya bersedekah Rp 10 juta setiap harinya. Sahabat saya yang lain bersedekah Rp 2 miliar setiap bulannya. Dengerin beginian, orang-orang yang bermental miskin pasti langsung berseru, “Gimana caranya ya, saya bisa dapat sedekah sebesar itu?” Sebaliknya, orang-orang yang bermental kaya akan berseru, “Gimana caranya ya, saya bisa bersedekah sebesar itu?” (Hayo jujur, Anda termasuk yang mana?)
Setiap kali saya mengajak untuk memberi, menyumbang, berderma, atau bersedekah dalam jumlah jor-joran, orang-orang kiri (kuat otak kirinya) selalu punya segerobak alasan untuk ‘menyelamatkan’ dompetnya. Pokoknya, ada-ada saja alasan mereka untuk memperkecil jumlah sedekah, menunda sedekah, atau bersedekah tidak dalam bentuk uang. Misalnya saja:
--- Sedikit saja, yang penting ‘kan ikhlas! Padahal banyak dan ikhlas, jelas-jelas itu lebih baik tho? Dan hingga detik ini, saya tidak menemukan satu pun dalil agama untuk bersedekah sedikit. Yang ada hanyalah dalil-dalil untuk bersedekah banyak-banyak, sering-sering, dan segera. Sudahlah, jangan pelit!
--- Ah, tidak perlu banyak begitu. Ntar bisa riya, ujub, dan sombong lho! Padahal bukankah lebih baik bersedekah lebih banyak, lebih sering, dan lebih segera, sambil memelihara keikhlasan? Btw, ikhlas itu omongan para pemula. Mereka yang sudah terbiasa bersedekah, selalu lupa sudah sedekah berapa, sedekah di mana, sedekah kepada siapa. Sudahlah, jangan banyak alasan!
--- Siapa bilang sedekah itu harus dalam bentuk uang? Senyum itu ‘kan sedekah. Amal baik juga sedekah. Ilmu juga sedekah. Nah, ini ada benarnya. Hanya saja, itu semua tidak cukup. Tetap perlu sedekah dalam bentuk uang. Makanya muncul angka 2,5%, 10%, 10 kali lipat, dan 700 kali lipat. Sudahlah, jangan ngeles terus!
Barangkali orang-orang kiri ini menganggap Tuhan itu Maha Miskin, Maha Pelit dan Maha Pelupa, sehingga menurutnya Tuhan tidak mau dan tidak mampu mengganti sedekahnya. Ah, ngaco itu! Karena jelas-jelas Tuhan itu Maha Kaya, Maha Pemurah, dan Maha Membalas.
Terus, gimana dengan orang-orang kanan (kuat otak kanannya)? Ternyata, mereka selalu punya setumpuk alasan untuk memperbesar jumlah sedekah, menyegerakan sedekah, dan bersedekah dalam bentuk uang. Minimal 5% dari pendapatan kotor mereka dan itu pun terus mereka tingkatkan. Yah, walaupun sebenarnya mereka tidak terlalu mampu untuk itu. Kurang rasional memang. Namanya juga kanan.
Akhirnya, saya cuma bisa berharap. Semoga mereka yang bersedekah terang-terangan, niatnya sama ikhlasnya dengan mereka yang bersedekah diam-diam. Dan semoga mereka yang bersedekah diam-diam, jumlahnya sama banyaknya dengan mereka yang bersedekah terang-terangan. Yang celaka, mereka yang diam-diam tidak bersedekah, hehehe!???

Monday, July 13, 2009

Tips mem-Format Flashdisk dengan File system NTFS

Sebagian kita mungkin jarang memperhatikan tipe file sistem yang digunakan Flashdisk kita, apakah itu NTFS, FAT32 atau FAT. Untuk mengetahui file sistem yang digunakan, klik kanan Flashdisk di Windows Explorer dan pilih Properties. Di sana terlihat tipe File System yang digunakan.

Tetapi ketika kita akan mencoba mem-format melalui windows Explorer, mungkin disana tidak ada menu NTFS, adanya hanya FAT32 dan FAT. Bagaimana cara mem-format NTFS dan apa bedanya dengan FAT32 dan juga FAT ?

Mengapa NTFS ?

NTFS merupakan format file system Windows terbaru setelah FAT32, dan mempunyai beberapa kelebihan seperti kemampuan menyimpan tambahan informasi mengenai file/folder (metadata), fitur keamanan, kompresi data, struktur yang lebih baik dan lainnya.

Selain itu, tipe NTFS bisa digunakan untuk mem-format ukuran yang lebih besar, Untuk FAT hanya 2 GB, FAT32 8 TB ( 8.000 GB), sedangkan NTFS bisa sampai 16 EB ( 16 juta TB ). Meskipun demikian, tetap saja NTFS ada kekurangannya, seperti tidak terbaca di Win9x dan proses baca tulis ke disk yang lebih sering.

Karena tiap file/folder menyimpan informasi yang lebih banyak (metadata), maka proses baca tulis tiap file/folder akan lebih sering daripada tipe FAT32 atau FAT, sehingga untuk flashdisk, mempengaruhi umur (daya tahan). Mengingat Memory Flashdisk mempunyai batasan baca tulis.

Mengaktifkan format NTFS di Windows Explorer

Kita bisa mem-format USB Flashdisk dengan tipe NTFS dengan Windows Explorer . Untuk mengaktifkannya bisa diikuti langkah berikut

  1. Buka System Properties dengan cara Klik kanan My Computer > Properties (atau dengan tombol Keyboard Win + Break )

  2. Buka tab Hardware kemudian klik tombol Device Manager

  3. Pilih Disk Drive dan pilih Flashdisk yang ingin di format dengan NTFS, klik kanan, pilih Properties.

  4. Setelah terbuka pilih Tab Policies

  5. Pilih Optimize for performance dan klik OK

  6. Setelah itu coba klik kanan Drive flashdisk di windows Explorer dan pilih menu Format, maka disana seharusnya sudah muncul File System NTFS.